Alasan Mengapa Peran Anak dalam Keluarga Sangat Penting

Alasan Mengapa Peran Anak dalam Keluarga Sangat Penting

Alasan Mengapa Peran Anak dalam Keluarga Sangat Penting

Melibatkan peran anak dalam keluarga sangatlah penting. Bukan hanya sebagai bentuk formalitas saja, melainkan banyak alasan lainnya yang sangat memberikan dampak positif bagi tumbuh kembangnya, terutama ketika sudah dewasa kelak. Lebih lengkapnya, simak beberapa alasan mengapa Anda perlu memberikan peran dalam keluarga, seperti berikut ini.

Tujuan Memperkenalkan Peran Anak dalam Keluarga

1. Melatih anak menjadi mandiri

Anak yang terbiasa mendapatkan peran dalam keluarga akan melatihnya menjadi sosok mandiri. Mereka akan lebih siap menghadapi dunia luar, terutama pada saat memasuki masa sekolah. Apalagi jika Anda membiasakan anak untuk melakukan pekerjaan rumah sesuai dengan kewajibannya. 

Alhasil, Anda tidak perlu khawatir jika meninggalkan anak di rumah saudara terdekat atau nenek kakeknya. Pasalnya, mereka tidak akan merepotkan dan justru sudah mengetahui tanggung jawabnya serta mengerti apa yang seharusnya ia lakukan.

2. Tahu mana yang benar dan salah

Anak yang tidak pernah diberikan keleluasaan dalam berpendapat di dalam satu keluarga, akan membuatnya tumbuh menjadi pribadi tidak tegas. Sebaliknya, jika Anda terbiasa memberikan tanggung jawab dan kebebasan berpendapat, maka anak bisa menjadi lebih bijaksana serta mengerti mana yang baik atau tidak.

Anda tidak perlu segan untuk melarang atau menasihati anak apabila hal tersebut memang tidak baik. Hal ini sangat penting, supaya mereka tidak tumbuh menjadi anak yang pembangkang ataupun seenaknya. Mereka harus mengetahui aturan yang berlaku dan membiasakan diri untuk hidup disiplin.

3. Melatih sopan santun anak dalam bicara

Keterampilan bahasa merupakan komponen penting lain dari peran keluarga dalam perkembangan anak. Jika Anda tidak membiasakan memberikan peran kepada anak, maka mereka tidak akan tahu apakah ucapannya salah atau tidak, menyakitkan orang lain atau tidak dan sebagainya.

Sebagai contoh, apabila anak tidak pernah diajarkan sopan santun dalam berpendapat, mereka akan dengan mudah menyela pendapat orang lain dan tidak mau kalah. Akibatnya, mereka tidak hanya dijauhi oleh orang lain, tetapi juga terbentuk pribadi yang egois. Oleh karena itu, penting untuk orangtua mengajarkan bagaimana cara yang tepat untuk memberikan pendapat yang dalam dimulai dari caranya bertata krama dalam keluarga.

4. Memperkuat keterampilan emosi

Keterampilan lain yang sangat penting bagi perkembangan anak adalah emosi. Keterampilan emosional penting diajarkan untuk anak, karena keterampilan ini mengajari mereka kapan harus bersimpati dan berbelas kasih kepada orang lain serta mengajari mereka bagaimana menghadapi pasang surut yang datang dalam kehidupan. Jika anak Anda tidak memiliki keterampilan emosional yang tepat, mereka tidak akan mampu menghadapi situasi yang buruk. Jika mereka tidak memiliki keterampilan emosional, hal ini bisa membuat mereka menjadi destruktif ketika beranjak dewasa.

Untuk membantu mengembangkan keterampilan emosional anak, Anda harus mengajari mereka dengan cara sangat sederhana, seperti tersenyum dan melambaikan tangan ketika bertemu orang. Keterampilan emosi juga mengajarkan mereka menahan amarah apabila pendapatnya tidak diterima oleh orang lain. 

Anda dapat mengajarkan dengan memberikan peran anak dalam keluarga seperti pada saat ia ingin membeli mainan. Anda boleh saja menolaknya apabila hal tersebut tidak sejalan. Anda dapat melihat reaksi emosinya. Apabila ia marah dan menangis tanpa henti, sebaiknya berikan nasihat supaya reaksi buruk tersebut tidak lagi terulang. 

Sebaliknya, jika anak yang sudah biasa mendapatkan peran dalam keluarga terutama dalam berpendapat, mereka akan lebih kritis sebelum memberontak. Ia akan mulai bertanya, mengapa saya tidak boleh dan alasan lainnya. Hal ini sangat baik untuk melatih keterampilan emosinya sejak dini.

Leave a Reply